Mari Belajar Meditasi Melalui Pernapasan

Posted on 67 views

Belajar meditasi tidaklah terlalu sulit. Dimulai dengan pernapasan contohnya. Semua orang pasti bernapas, tapi apakah mereka bermeditasi? Pernapasan Meditasi, bukanlah pernapasan biasa. Meditasi tidak hanya sebatas ajaran agama tertentu. Banyak hasil penelitian membuktikan bahwa ada manfaat positif dalam meditasi.

Photo by Jared Rice on Unsplash

“Meditasi: Proses Menemukan Jati Diri”

~Yoo Hajin, dilansir dari buku Self Healing at the Office

Penelitian berjudul Meditation or Exercise for Preventing Acute Respiratory Infection (MEPARI-2): A Randomized Controlled Trial Menjelaskan bahwa banyak orang yang merasa lebih baik setelah melakukan meditasi.

Penelitian lain berjudul Meditation or Exercise for Preventing Acute Respiratory Infection: A Randomized Controlled Trial Menyatakan bahwa meditasi mengurangi penyakit pernapasan yang dialami oleh peserta.

Meditasi adalah cara pengobatan psikis yang sangat bagus dan baik untuk meningkatkan kesadaran kita.

Sehari-harinya, banyak orang bernapas secara tidak sadar. Padahal jika difokuskan, banyak manfaat yang bisa kita dapatkan. Dengan berlatih secara rutin, dapat membuat napas lebih dalam dan membangkitkan sensitifitas tubuh. Rasakanlah udara yang keluar-masuk melalui hidung, menjalar kedalam kepala dan seluruh kulit. Dan akhirnya, kita bisa mengalami kondisi seolah-olah tubuh menghilang dan melayang-layang.

Dalam kondisi demikian, secara perlahan sudut pandang terhadap dunia pun akan berubah dengan sendirinya. Kita akan berusaha untuk mewujudkannya lewat pikiran, perkataan, serta perbuatan sehari-hari.

Meditasi juga dapat meningkatkan kemampuan bersimpati dan berempati. Kita bisa melihat dari posisi orang lain yang sering sekali tidak bisa kita terima perbuatan dan perkataannya.

Kesehatan tubuh dan hati kita adalah tanggung jawab diri sendiri, bukan orang lain. Luangkanlah waktu untuk meditasi secara rutin hingga menjadi kebiasaan. Karena bahwasannya masalah tak akan hilang begitu saja hanya dengan meditasi. Pikirkan bagaimana menerapkannya bersama orang-orang di sekitar untuk memecahkan masalah bersama.

Semoga kita semua senantiasa menghadapi hari-hari dengan suasana hati yang selalu cerah; mulai dari bangun tidur, berangkat aktifitas, berdesakan di jalan raya maupun kendaraan umum, kesal di tempat kerja karena mendapat tugas yang tidak masuk akal, hingga pulang dengan rasa lelah, lalu tidur.